Gedung UtamaLima belas tahun yang lalu di Yogyakarta muncul lembaga pendidikan Islam  yang menamakan diri Sekolah Islam Terpadu (selanjutnya disingkat SIT) ditambah dengan nama full day school dan boarding school. SIT ini berdiri sejak dari Taman Kanak-Kanak sampai dengan Sekolah Menengah Atas. Siswa-siswa sekolah ini berada di sekolah sejak pagi sampai sore, bahkan sebagian tinggal di asrama. Berturut-turut berdiri Taman Kanak- Islam Terpadu (TKIT) Muadz Bin Jabal 1993/1994, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Lukman Hakim 1995/1996, Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Abu Bakar 2001/2002. Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Abu Bakar 2004/2005

 Kekhasan yang dimiliki SMP IT Abu Bakar  kota Yogyakarta adalah fullday school dan boarding scholl. Para Siswa yang sekolah di sini belajar sejak pagi sampai sore, bahkan sebagian dari mereka tinggal di asrama. Khusus bagi mereka yang yang tinggal di asrama, secara total  belajar 24 jam dalam pengawasan guru dan memiliki aturan-aturan yang tidak dimiliki sekolah lain (Buku Panduan SMP IT Abu Bakar,Yogyakarta, 2008).

 SMP IT Abu Bakar Boarding School Yogyakarta

Secara historis SMP IT Abu Bakar ‘Boarding School’ memperolehinspirasi dari sejarah Islam klasik dan sejarah pendidikan Islam Indonesia –pondok pesantren–.   SMP IT Abu Bakar Boarding School berdiri di atas beberapa prinsip: kerja sama, keseriusan, dakwah, kontinyuitas danketerpaduan. SMP IT Abu Bakar berdiri pada tahun, 2000/2001.

Susunan Pengurus Yayasan SMP IT Abu Bakar Boarding School

Agus Sofwan –kepala sekolah SMP IT Abu Bakar—mengatakann bahwa SMP IT Abu Bakar tak lepas berdirinya TK IT Mu’adz Bin Jabal, SD IT Lukman al-Hakim dan SMA IT Abu Bakar. Meskipun secara formal sekolah-sekolah tersebut berdiri di bawah yayasan berbeda, tetapi secara personal orangnya sama, hanya berganti posisi. Sejauh data yang ada, personalia pendiri SMP IT Abu Bakar Boarding School sbb:

  • Pembina                      : Drs. H. Sunardi Sahuri
  • Ir. Kholid Mahmud, MT.
  • Ketua Yayasan             : Drs. Ery Masruri
  • Sekretaris                    : Muhaimin SH., KN.
  • Bendahara                              : H. Suranto, MT.
  • Bidang Pend. dan Peng.: Drs. Agus Sofwan dan Drs. Mjudjidin, Mpsi
  • Bidang Penel.Pengembangan: Dr. Sukamta dan Dr. H. Adam Pamudji
  • Rahardja, MSc.

Pada awalnya, ada cita-cita dari pengurus yayasan keinginan mendirikan SMP IT. Kemudian, diadakan workshop di PP Ibnul Qayyim, Yogyakarta. Hasil workshop trersebut diajukan kepada Dewan Dakwah Prop. DIY dan Badan Wakaf PDHI DIY. Disepakati dalam pertemuan tersebut akan didirikan SMP IT Abu Bakar. Atas prakarsa salah seorang donatur –H. Islami’l pemiliki Toko Batik Terang Bulan—memberikan infak yang cukup untuk mendirikan lokal SMP IT Abu Bakar. Sejauh ini sudah dua kali pergantian kepala sekolah: 2000/2001 s.d. 2003/2004 : Drs. Agus Sofwan,  2003/2004 s.d. sekarang Ahmad Salim, Sag.

Visi, misi dan tujuan SMP IT Abu Bakar Boarding School Yogyakarta

Visi SMP IT Abu Bakar adalah menciptakan generasi Islam terbaik untuk mencapai kejayanaan peradaban Islam.  Misinya yaitu ngimplementasikan pendidikan Islam terpadu dengan berbasis pada organisasi sekolah sehat, kurikulum terintegrasi dan SDM yang unggul.

Tujuan SMP IT Abu Bakar Boarding School mencakup 4 hal; Pertama; mengintegrasikan ayat kauniyah dan qauliyah, iman, ilmu dan amal. Kedua, mengintegrasikan fikriah, ruhiah dan jasadiah. Ketiga, meluluskan siswa yang beraqidah lurus, beribadah secara benar, berakhlak mulia, berfikir ilmiah, berkepribadian mandiri, kretaif, disiplin dan berbadan kuat. Keempar, mendorong siswa bersemangat, penuh empati dan bertindak sepenuh hati. Mewujudukan generasi muslim berilmu, berwawasan global, bermanfaat bagi kemajuan Islam kaum muslimin (Dokumnetasi SMP IT Abu Bakar Boardingn School Yogyakarta).

Keempat rumusan tersebut dapat disimpulkan sbb: nilai integrasi, interkoneksi, dan keseimbangan. Ketiga nilai tersebut menjiwai susunan kurikulum yang dibuat di SMP IT Abu Bakar Boarding School Yogyakarta.

Sistem Boarding School

Sistem Boarding School adalah model pendidikan yang diselengarakan secara penuh 24 jam. Siswa dan pengasuh/guru tinggal bersama-sama, dalam suatu tempat, disediakan tempat tinggal, jadwal pengajaran dan kegiatan-kegiatan lain.

Model pendidikan boarding school setidaknya memiliki 2 pra-syarat pokok yang harus dipenuhi; komponen fisik dan non fisik. Komponen fisik meliputi; masjid, ruang belajar, ruang tinggal (asrama). Asrama tinggal harus memenuhi syarat ruang: 4, 2m ditambah 1,6 m, jarak antar tempat tidur 0,9 m. Jendela minimal 0,5 m. Untuk setiap siswa memerlukan tempat 2,3 m, disediakan bathtub  setiap 10 siswa. Disamping itu ada ruang hall, ruang makan, fasilitas dapur, seni dan olah raga.

Perekrutitan tenaga guru, administrasi: dilakukan dengan seleksi secara ketat. Materi seleski meliputi: Ideologi keislaman, komitmen perjuangan, kemampuan profesional, kesehatan dll. Sedangkan pengangkatan serta pemberhentian kepala sekolah, guru dan staf diusulkan dalam rapat oleh sekolah atas dasar kebutuhan di sampaikan kepada BPH.

Pola pembinaan guru dilakukan sbb: secara periodik dengan materi terpogram, bagi tenaga pengajar ilmu eksakta disiapkan syari’ah, sedangkan tenaga pengajar ilmu dieniah disiapkan pola syari’ah dan metode pembelajaran.  Pembinaan potensi dilakukan kepada guru dengan cara up-grading dan training terjadwal. Pembinaan kepada guru tentang ilmu agama berkaitan dengan keilmuan klasik dan penguasaan fardhu Ain dan Kifayah, dilakukan pendalaman tentang psikologi anak.

Tujuan pembinaan ini dilakukan dalam rangka menumbuhkan komitmen dan dedikasi mengajar yangb tinggi, profesional dalam menjalalankan tugas baik teoritik maupun praktik.

Pola Pembinaan dan proses pembelajaran

Anak yang masuk ke SMP IT Abu Bakar, diseleksi secara ketat. a. Pengetahuan dasar umum dan agama yang cukup, b. Bacaan al_qur’an dan takhfidz yang cukup, c. kemampuan bahasa Inggris dan Arab yang cukup, d. Ahlakul karimah e. Keterlibatan dan partisipasi orang tua/wali. Kemudian, raw in-put tersebut dianalisa karakteristiknya, dibuat kontrak belajar, diketahui bakatnya, dan motivasi belajar. Hasil analisa disampaikann kepada guru dan dibuat kelompok belajar. Dengan data tersebut guru dapat merencanakan pola pembinaan yang pas buat masing-masing kelompok. Masing-masing kelompok didampingi seorang guru.

Proses pendidikan yang diberikan kepada siswa berprinsip pada: seluruh waktu adalah proses pembelajaran, guru mendampingi siswa merefleksikan ilmunya, menciptakan situasi kondusif di asrama untuk belajar. Misalnya: siswa dikut sertakan pada aktivitas ibadah qurban, bazaar, bakti sosial, pengajian rutin dengan masyarakat sekitar, setiap malam jum’at, takziah dan aktivitas bulan ramadhan, dll.