Jumat, 24 Oktober 2025, menjadi hari yang istimewa bagi keluarga besar SMPIT Abu Bakar Yogyakarta. Dua agenda kebaikan berjalan beriringan dalam semangat yang sama: membersihkan keburukan dan memberikan kebaikan. Usai Bina Ibadah dan Pembiasaan Akhlak (BIPA) pagi, para siswa tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar.
GENRE: Aksi Nyata Membersihkan Sekolah dan Hati
Pukul 07.30 WIB, semangat “Jum’at Penuh Berkah” langsung terasa. Dengan semangat GENRE (Gerakan Reresik Sekolah), seluruh siswa bergerak ke pos-pos tugas mereka seperti tim yang solid!
Dari area depan warung Mbak Yani (7A) hingga jalan buntu di barat rumah Ustadz Khudhori (9E), tak ada sudut yang terlewat. Suasana begitu hidup! Para siswa kelas 7 dengan antusias membersihkan area masjid dan makam, sementara kakak kelas 9 dengan penuh tanggung jawab menangani parkiran motor dan depan GOR.
“Kebersihan adalah sebagian dari iman. Dengan GENRE, kita bukan hanya merapikan sekolah, tapi juga merapikan hati,” seru salah satu guru pendamping. Dalam satu jam, sekolah pun berubah menjadi lebih berseri, asri, dan siap untuk menebar kebaikan lebih luas.
BERKAH: Stop Overthinking, Start Sharing!
Sementara sapu dan pengki masih aktif bergerak, euforia kebaikan lainnya sudah menyala di sepanjang Jalan Veteran. Program “BERKAH: Berbagi Makanan Bergizi dan Halal” digelar dengan penuh sukacita!
Sebanyak 200 porsi makanan disiapkan dengan penuh cinta oleh OSIS SMPIT ABY bersama Sosdak Mulia dan Laznas Dewan Dakwah Yogyakarta. Yang istimewa, semua ini murni berasal dari infaq terbaik siswa-siswi SMPIT ABY melalui Gerakan Jumat Sedekah (GJS).
“Gaskeun! Stop overthinking, start sharing! Setiap donasi, no matter how small, itu berarti banget nilainya di mata Allah!” ujar salah satu pengurus OSIS dengan penuh semangat menyampaikan tanggapannya terkait agenda ini. Warga sekitar dan para pengendara yang melintas pun disambut dengan senyuman dan paket makanan hangat.
Dampak Ganda: Lingkungan Bersih, Hati Pun Bahagia
Dua kegiatan paralel ini menciptakan dampak yang luar biasa. Secara internal, sekolah menjadi lebih nyaman untuk belajar. Secara eksternal, tali silaturahmi dengan masyarakat sekitar semakin erat terajut.
“Ini adalah pendidikan karakter yang nyata,” ujar Ustadz Taufik, salah satu guru. “Mereka belajar tanggung jawab lewat GENRE, dan belajar empati lewat BERKAH. Dua nilai yang akan membentuk mereka menjadi pribadi yang saleh dan bermanfaat.”
Kebaikan yang Terus Mengalir
Sebelum bel pergantian agenda Jumat ke pelajaran berbunyi, suasana yang indah dan bahagia masih terasa. Sekolah yang bersih, senyum masyarakat yang merekah, dan hati siswa yang berbunga-bunga karena bisa berbagi – itulah capaiAN nyata hari itu.
Semoga gelombang positif ini tidak berhenti di sini. Mari terus jaga semangat “Bersih-bersih dengan Asik, Memberi yang Terbaik” dalam setiap langkah kita!