TAK LAGI MALU BERTANYA: KETIKA KESEHATAN REPRODUKSI JADI TOPIK ASYIK DI MASA TRANSISI

TAK LAGI MALU BERTANYA: KETIKA KESEHATAN REPRODUKSI JADI TOPIK ASYIK DI MASA TRANSISI

“Jumat pagi itu, ruang masjid dan aula berubah menjadi ‘safe space’ terkeren. Di sana, rasa penasaran tentang perubahan fisik dan psikis remaja bertemu dengan jawaban-jawaban ilmiah dan islami. Bukan pelajaran biologi yang kaku, tapi obrolan santai yang bikin anak-anak kelas 7-8 SMPIT Abu Bakar Yogyakarta akhirnya paham: oh, ternyata ini artinya tumbuh dewasa!”

“Hey, Remaja! Siap-siap untuk sesi ‘me time’ paling penting dalam hidup kalian!” Ini adalah kalimat penyemangat dari ustaz Alvin selaku pembawa acara putra saat itu untuk menyambut siswa kelas 7 dan 8 SMPIT Abu Bakar Yogyakarta dalam Jumat Literasi spesial (31/10/2025) yang mengangkat tema mendalam namun sering dianggap tabu yaitu Edukasi Kesehatan Reproduksi.

Bertajuk “Makin Paham Diri Sendiri”, kegiatan ini dirancang khusus untuk menjawab rasa ingin tahu remaja dengan pendekatan ilmiah dan islami. Yang istimewa, sesi ini langsung dibersama oleh pemateri yang ahli dan expert banget di bidangnya loh!.

Dua Lokasi, Satu Misi

Pukul 07.30 WIB, dua lokasi berbeda menjadi pusat pengajaran. Siswa putra berkumpul di Masjid Abu Bakar dengan pemateri yang merupakan salah satu alumnus SMPIT Abu Bakar Yogyakarta, dr. Muhammad Asyam Fawwaz Akbar, sementara siswi putri menuju Aula Asrama Putri yang dipandu oleh pemateri Erni Mulandari, S.Tr.Keb, selaku bidan dan tenaga medis profesional.

“Kalian bukan anak kecil lagi, tapi belum sepenuhnya dewasa. Masa remaja ini seperti jembatan bagi kalian karena ia butuh pegangan yang kuat agar tidak tersesat,” begitulah kira-kira semangat yang dibawa para pemateri di awal sesi.

Bukan Sekedar Pelajaran Biologi: Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam

Yang membedakan kegiatan ini dengan pelajaran sekolah biasa adalah pendekatannya yang holistik. Para ahli tidak hanya menjelaskan perubahan fisik, tetapi juga:

  • Menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari ibadah
  • Memahami batasan pergaulan sesuai syariat Islam
  • Mengelola emosi yang kerap tak stabil di masa pubertas
  • Membangun rasa percaya diri yang positif

“Ternyata menjaga kebersihan organ reproduksi itu bukan cuma untuk kesehatan, tapi juga termasuk sunnah Nabi lho!” ujar Rafi Dimas, siswa kelas 8 putra dengan wajah penuh pemahaman baru.

Tanya Jawab “No Sensor”: Ruang Aman untuk Curhat Remaja

Sesi paling seru adalah ketika para siswa diberikan kesempatan tanya jawab secara tertulis. Pertanyaan-pertanyaan polos namun kritis bermunculan:
“Ustadz, kalau belum mimpi basah itu normal gak sih  ?” “Bu bidan, kenapa ya kadang mood naik turun pas lagi menstruasi?”

Dengan jawaban yang ilmiah namun disampaikan dengan bahasa santai, para pemateri berhasil mencairkan kecemasan para remaja. “Pertanyaan-pertanyaan mereka sangat cerdas dan menunjukkan bahwa mereka butuh ruang untuk bertanya yang aman,” ungkap Erni Mulandari.

Investasi Masa Depan: Sehat Hari Ini, Sukses Esok Hari

Kegiatan yang berlangsung tepat satu jam ini meninggalkan kesan mendalam. Banyak siswa mengaku lega akhirnya mendapatkan jawaban yang valid atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini cuma mereka simpan di hati.

“Jujur awalnya malu-malu, tapi setelah ikut jadi tahu mana mitos mana fakta. Jadi bisa jaga diri lebih baik,” cerita Salsa, siswi kelas 7 dengan wajah lega.

Literasi yang Memberdayakan

Jumat Literasi edisi spesial ini membuktikan bahwa SMPIT Abu Bakar Yogyakarta tidak setengah-setengah dalam mendidik generasi Qur’ani. Tidak hanya mencetak siswa yang saleh/salehah secara spiritual, tapi juga remaja yang sehat, berpengetahuan, dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Seperti pesan penutup dari dr. Asyam: “Menjadi remaja yang sehat dan bertanggung jawab adalah hadiah terindah untuk masa depan kalian!”

Mari terus dukung remaja kita tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang sehat, berilmu, dan penuh percaya diri!

Add a Comment

Your email address will not be published.