Guru SMPIT Abu Bakar Yogyakarta Bekali Diri dengan Teknologi IFP untuk Meningkatkan Pembelajaran Mendalam

Guru SMPIT Abu Bakar Yogyakarta Bekali Diri dengan Teknologi IFP untuk Meningkatkan Pembelajaran Mendalam

Yogyakarta, 3 Maret 2026, guru SMPIT Abu Bakar Yogyakarta mengikuti pelatihan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) yang digelar pada Selasa, 3 Maret 2026. Bertempat di ruang Basement sekolah, kegiatan yang mengusung tema “The Future of Education: Pemanfaatan IFP untuk Optimalisasi Pembelajaran Mendalam” ini berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh sekolah tersebut menghadirkan narasumber Bapak Edi Sastrawijoyo, S.Kom. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa IFP bukan sekadar pengganti papan tulis, melainkan sebuah pusat kendali pembelajaran interaktif yang dapat membawa siswa pada pengalaman belajar yang lebih mendalam (deep learning).

“IFP adalah jembatan menuju future classroom. Dengan fitur kolaborasi real-time, akses ke cloud, dan kemampuan anotasi langsung, guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih hidup. Bukan hanya transfer ilmu, tetapi bagaimana siswa bisa ‘tenggelam’ dan aktif dalam proses pembelajaran,” ujar Edi Sastrawijoyo di hadapan para peserta.

Para guru terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi, mulai dari pengenalan fitur dasar, praktik mengoperasikan perangkat, hingga simulasi pembuatan materi ajar interaktif. Ruang Basement yang biasanya digunakan untuk kegiatan serbaguna berubah menjadi ruang workshop digital yang dinamis.

Kepala SMPIT Abu Bakar Yogyakarta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari komitmen sekolah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur digital yang kami miliki, termasuk IFP, dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh guru. Tujuannya jelas, yaitu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menyiapkan siswa menghadapi tantangan di masa depan,” jelasnya.

Salah seorang peserta, menyatakan mendapatkan banyak wawasan baru. “Selama ini saya baru menggunakan IFP sebatas untuk menampilkan video. Ternyata potensinya sangat besar, bisa untuk membuat kuis interaktif, membedah gambar 3D, hingga kolaborasi dokumen secara langsung. Ini akan sangat membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak,” ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru SMPIT Abu Bakar Yogyakarta semakin percaya diri dan terampil dalam mengintegrasikan teknologi IFP ke dalam strategi pembelajaran sehari-hari, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang lebih modern, interaktif, dan bermakna.

Add a Comment

Your email address will not be published.