MEMBURU PETUALANGAN, MERAIH PRESTASI: KISAH GEMILANG TIM PRAMUKA SMPIT ABU BAKAR DI KEJAR AMAZING RACE DIY 2025

MEMBURU PETUALANGAN, MERAIH PRESTASI: KISAH GEMILANG TIM PRAMUKA SMPIT ABU BAKAR DI KEJAR AMAZING RACE DIY 2025

MEMBURU PETUALANGAN, MERAIH PRESTASI: KISAH GEMILANG TIM PRAMUKA SMPIT ABU BAKAR DI KEJAR AMAZING RACE DIY 2025

Sorak sorai gemuruh memecah kesunyian di Kawasan Candi Banyunibo, Dusun Cepit, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebuah tim dengan seragam coklat muda terlihat memeluk erat satu sama lain, wajah mereka bersimbah keringat namun dipenuhi senyum kemenangan yang tak terbendung. Mereka adalah kontingen Pramuka Penggalang SMPIT Abu Bakar Yogyakarta yang baru saja dinobatkan sebagai Juara 2 dalam Lomba KEJAR Amazing Race Premuka Tingkat DIY. Sebuah pencapaian yang bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil dari dedikasi, strategi, dan semangat pantang menyerah.

Prestasi ini bermula dari sebuah kepercayaan besar. Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta menunjuk SMPIT Abu Bakar, bersama dengan SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 9, untuk menjadi duta Kota Jogja dalam ajang bergengsi yang merupakan puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 se-DIY ini. Sebuah amanah yang diterima dengan penuh kebanggaan dan keseriusan.

“KEJAR Amazing Race” bukan sekadar lomba biasa. Ia adalah simulasi petualangan yang menguji fisik, mental, dan kecerdasan. Tim yang terdiri dari enam anggota ini harus melalui lima pos perlombaan yang dirancang khusus untuk mengintegrasikan skill kepramukaan dengan literasi keuangan.

  1. Simulasi Kemandirian Finansial: Di pos ini, mereka harus membuat perencanaan anggaran untuk sebuah proyek camping. Tidak hanya menghitung, tetapi juga memutuskan prioritas belanja yang paling efisien dan efektif.
  2. Puzzle Sandi dan Investasi: Tantangan memecahkan sandi-sandi Pramuka dikawinkan dengan teka-teki tentang produk perbankan dan investasi. Di sini, kecepatan berpikir dan pemahaman konsep menabung diuji.
  3. Halang Rintang dan Perencanaan Keuangan: Medan halang rintang klasik Pramuka diberikan twist baru. Setiap rintangan yang berhasil dilalui memberikan “modal” yang harus dikelola secara kelompok untuk “membeli” jalan menuju pos berikutnya.
  4. Kreativitas Literasi Keuangan: Tim ditantang untuk membuat kampanye kreatif berupa yel-yel atau poster mini yang mengajak generasi muda untuk gemar menabung. Kekompakan dan pesan yang disampaikan menjadi penilaian utama.
  5. Permainan Tim Berbasis Simulasi Ekonomi: Sebuah permainan strategi dimana tim harus berkolaborasi dan bersaing secara sehat dengan tim lain untuk mencapai tujuan keuangan tertentu.

Di balik kesuksesan itu, tersimpan cerita panjang tentang latihan yang intensif. Dibimbing oleh para pembina yang berdedikasi, enam siswa-siswi pilihan ini menjalani bootcamp khusus selama beberapa minggu.

Latihan dimulai dengan penguatan materi kepramukaan, seperti semaphore, morse, pionering, dan P3K. Sesi dilanjutkan dengan pembekalan literasi keuangan dari dasar, mulai dari perbedaan menabung dan investasi, hingga mengenal produk-produk perbankan. Namun, yang paling seru adalah simulasi lapangan. Berbekal peta dan kompas, mereka sering berlatih navigasi di area sekitar sekolah, memecahkan kode, dan menyusun strategi under pressure layaknya Amazing Race sungguhan.

“Kuncinya ada di komunikasi dan pembagian peran yang tepat. Setiap anggota punya kelebihan masing-masing. Ada yang jago navigasi, ada yang cepat menghitung, dan ada yang kreatif membuat strategi. Kami latihan sampai ritme itu benar-benar klop,” ujar salah satu pembina.

Pada hari H, semua teori dan simulasi diuji. Di bawah terik matahari, tim SMPIT Abu Bakar bergerak gesit, saling menyemangati, dan tak pernah menyerah meski ada satu dua rintangan yang hampir membuat mereka tersendat. Setiap checkpoint yang mereka lampaui adalah bukti nyata dari kekompakan tim.

Dan akhirnya, usaha itu berbuah manis. Gelar Juara 2 Tingkat DIY berhasil diraih, mengukuhkan nama SMPIT Abu Bakar Yogyakarta tidak hanya sebagai sekolah yang unggul secara akademik dan religius, tetapi juga di bidang kepramukaan.

Selamat dan bangga kepada para siswa-siswi hebat berikut:

  1. Musthafa Awliya Ghaisan Uzmasshalih (9A)
  2. Muhammad Aditya Maulana (9C)
  3. Muhammad Devan Rafandra (9E)
  4. Fahmida Ashma Naila (9G)
  5. Erina Nailah Salma (9H)
  6. Ishaqueena Asyifa Ahza Jadmiko (8H)

Pada Sabtu, 23 Agustus 2025 prestasi ini adalah cerita tentang petualangan, pembelajaran, dan persahabatan. Sebuah bukti bahwa ketika ilmu, iman, dan kerja keras disatukan, tidak ada yang mustahil untuk diraih. Barakallah! Teruslah berlari mengejar mimpi dan prestasi!

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Print

Follow Us

© SMPIT Abu Bakar All Rights Reserved

Add a Comment

Your email address will not be published.