Projek Lintas Mapel (PLM) Kelas 8: Wujudkan Profil Lulusan Berkarakter

Projek Lintas Mapel (PLM) Kelas 8: Wujudkan Profil Lulusan Berkarakter

Kepala Sekolah SMPIT Abu Bakar Yogyakarta, Ustadzah Eko Budi Lestari, S.Si.,M.Pd, dalam sambutannya saat membuka kegiatan pada Senin pagi menyampaikan bahwa PLM adalah wadah bagi siswa untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. “Kami ingin lulusan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki budi pekerti yang luhur dan gaya hidup sehat,” ujarnya.

Sepanjang pekan pertama bulan Februari, suasana pembelajaran di SMPIT Abu Bakar Yogyakarta terasa berbeda. Mulai Senin hingga Jumat, 2-6 Februari 2026, seluruh siswa kelas 8 mengikuti kegiatan Projek Lintas Mapel (PLM) dengan tema yang menarik. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini bertujuan untuk mengintegrasikan pemahaman akademis dengan pembentukan karakter sesuai dengan profil lulusan sekolah.

Siswa Putra: Menggali dan Menerapkan “Unggah-Ungguh Ngajeni”

Para siswa putra kelas 8 mengusung tema “Unggah-Ungguh Ngajeni” (Menghormati melalui Sopan Santun). Tema ini dipilih sebagai upaya untuk menginternalisasi kembali nilai-nilai kesopanan budaya Jawa dalam perilaku generasi muda.

Empat mata pelajaran bersinergi dalam projek ini. Bahasa Jawa menjadi fondasi utama dalam memahami filosofi dan ragam bahasa unggah-ungguh. Pendidikan Agama Islam (PAI) memberikan perspektif sopan santun dalam ajaran Islam. Bahasa Indonesia melatih siswa untuk mengemas pesan kesantunan dalam bahasa yang baik dan benar, sementara Informatika menjadi sarana untuk menyebarluaskan pesan tersebut melalui media digital.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan diskusi mendalam mengenai konsep unggah-ungguh. Selanjutnya, siswa dibagi ke dalam kelompok untuk mengerjakan projek. Puncak kegiatan pada hari Jumat adalah presentasi dan pameran poster digital. Para siswa memamerkan hasil karya poster yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat pesan moral tentang pentingnya menghormati orang tua, guru, dan sesama, yang dirancang menggunakan aplikasi desain grafis yang dipelajari di mata pelajaran Informatika.

“Kami belajar bahwa ngajeni itu tidak hanya dengan bahasa Jawa saja, tapi juga bagaimana kita bersikap dan berbicara dengan santun dalam situasi apa pun. Membuat posternya juga seru, kami jadi bisa menuangkan ide lewat desain,” ungkap salah satu siswa peserta projek.

Siswa Putri: Mengkampanyekan “Adab Makan dan Menu Sehat Remaja”

Di sisi lain, para siswi putri dengan antusias mengikuti rangkaian kegiatan bertema “Adab Makan dan Menu Sehat Remaja”. Tema ini bertujuan untuk membentuk kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh sejak dini, baik dari sisi spiritual, gizi, maupun gaya hidup.

Kolaborasi mata pelajaran terlihat sangat kuat. PAI menjadi ruh kegiatan dengan mengajarkan konsep makanan halal dan thoyyib serta adab makan sesuai tuntunan Rasulullah. Bahasa Inggris digunakan untuk memperkaya wawasan siswa tentang istilah-istilah gizi dan pola hidup sehat dari literatur global. Informatika dimanfaatkan untuk mencari informasi dan mengolah data nilai gizi, sementara Bahasa Indonesia berperan penting dalam menyusun laporan hasil praktik.

Selama sepekan, para siswi tidak hanya mendapatkan edukasi di dalam kelas tentang makanan sehat dan bahaya fast food, tetapi juga terjun langsung untuk praktik memasak. Mereka belajar menghidangkan menu sehat dan bergizi seimbang, serta mengukur kandungan gizinya dengan panduan dari guru. Hasil praktik kemudian disusun menjadi laporan komprehensif dan dipresentasikan di hadapan guru serta teman-teman.

“Seru banget! Kita jadi tahu cara masak menu sehat yang enak, sekaligus paham adab makannya seperti apa. Ternyata menghindari junk food itu penting banget buat kesehatan kita sebagai remaja,” tutur siswi kelas 8 dengan semangat.

Kegiatan PLM ditutup pada Jumat dengan sesi refleksi bersama. Para guru pendamping menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan karya luar biasa yang dihasilkan para siswa dalam waktu singkat. Koordinator PLM Kelas 8, berharap nilai-nilai yang didapatkan selama projek ini dapat terus diterapkan. “Kami berharap para siswa putra bisa semakin santun dalam bertutur dan berperilaku, dan para siswi bisa menjadi agen perubahan dengan menerapkan pola makan sehat di lingkungan keluarga masing-masing,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, SMPIT Abu Bakar Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berkarakter mulia dan berwawasan kesehatan.

Add a Comment

Your email address will not be published.