English Practice Day SMPIT ABY: Saat Siswa Berani Menyapa Dunia di Candi Prambanan




Yogyakarta — Belajar bahasa asing tidak selalu harus terkurung di dalam ruang kelas dan deretan buku teks. Di SMPIT Abu Bakar Yogyakarta, para siswa mendapat kesempatan istimewa untuk mempraktikkan langsung kemampuan berkomunikasi global melalui ajang English Practice Day (EPD), sebuah agenda rutin awal semester persembahan ekstrakurikuler English Study Club (ESC) (03/10).
Pagi itu, deru antusiasme terpancar dari wajah-wajah siswa kelas 8 saat berkumpul di halaman sekolah. Mengenakan seragam kebanggaan, rombongan berangkat bersama menggunakan bus sekolah menuju kawasan Candi Prambanan. Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan wisata biasa, melainkan langkah nyata untuk membuktikan hasil latihan intensif yang telah mereka pelajari bersama para tutor pada pertemuan-pertemuan ESC sebelumnya.
Setibanya di pelataran megah Candi Prambanan sekitar pukul 08.00 WIB, tantangan sesungguhnya pun dimulai. Selama lima jam penuh hingga pukul 13.00 WIB, kawasan cagar budaya tersebut disulap menjadi laboratorium bahasa yang hidup dan penuh interaksi bermakna.
Membangun Jembatan Kata dengan Turis Mancanegara
Dalam pelaksanaannya, para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan pendampingan tutor. Tugas mereka tidak sederhana: mendekati dan mewawancarai wisatawan mancanegara (turis asing) menggunakan Bahasa Inggris secara fasih dan santun.
Percakapan mengalir hangat seputar pengalaman para pelancong dunia selama menjelajahi Daerah Istimewa Yogyakarta. Siswa mengajukan berbagai pertanyaan kontekstual, mulai dari berapa lama mereka telah tinggal di Yogyakarta, kesan mereka terhadap keramahan warga lokal serta suasana kota, hingga destinasi budaya yang sudah maupun berencana mereka kunjungi berikutnya.
Rasa canggung dan ragu yang sempat muncul perlahan mencair berganti senyuman ramah dan dialog yang mengalir dua arah. Setiap anggukan, tawa, dan respon positif dari para turis menjadi suntikan rasa percaya diri yang tak ternilai bagi para siswa.
Belajar Percaya Diri, Teknologi, dan Kerja Sama
Bagi siswa-siswi SMPIT ABY, English Practice Day bukan sekadar melafalkan kosakata atau menguji tata bahasa (grammar). Di balik proses wawancara lapangan tersebut, terdapat pembelajaran karakter yang mendalam. Para siswa belajar bagaimana memberanikan diri menyapa orang baru dari latar budaya yang berbeda, membangun kepekaan adaptasi dalam situasi nyata, serta mengikis rasa takut salah saat berbicara bahasa internasional.
Pengalaman belajar ini semakin lengkap dengan adanya tugas dokumentasi visual. Setiap interaksi diabadikan dalam bentuk rekaman video yang nantinya dikemas secara kreatif oleh masing-masing kelompok. Melalui tahap pascaproduksi ini, para murid sekaligus mengasah kemampuan kerja sama tim (teamwork), pemanfaatan teknologi digital secara positif, serta pembagian peran yang bertanggung jawab.
Dari Sekolah, Membuka Jendela Dunia
Menyapa orang asing di tempat umum mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi generasi muda, keberanian melangkah keluar dari zona nyaman adalah bekal penting untuk menghadapi masa depan yang mendunia.
Ada keberanian ketika pertama kali menyapa dengan salam hangat. Ada kebanggaan ketika pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik. Ada pula nilai toleransi dan wawasan global yang tumbuh ketika bertukar cerita lintas negara.
Sebab, bahasa pada hakikatnya adalah jembatan persahabatan dan pemahaman. Melalui English Practice Day, SMPIT Abu Bakar Yogyakarta tidak hanya mengasah kecakapan berbahasa Inggris, tetapi juga membina mental tangguh, kemandirian, dan adab berkomunikasi para muridnya.
Dari sekolah, rasa percaya diri belajar tumbuh. Dari pelataran Prambanan, langkah menuju warga dunia mulai dibentuk. Bersama semangat belajar dan berkarakter, SMPIT Abu Bakar siap melangkah, SMPIT Abu Bakar Go Internasional (Humas SMPIT ABY)