Semarak Demokrasi SMPIT Abu Bakar: Sengitnya Pertarungan 14 Siswa-Siswi Terbaik Saling Adu Ide dan Gagasan Futuristik pada PEMILOS SMPIT ABY 2025

Semarak Demokrasi SMPIT Abu Bakar: Sengitnya Pertarungan 14 Siswa-Siswi Terbaik Saling Adu Ide dan Gagasan Futuristik pada PEMILOS SMPIT ABY 2025

Suasana tegang dan penuh gelora kompetisi mewarnai SMPIT Abu Bakar Yogyakarta, Jumat (12/9/2025). Ajang Orasi dan Pemilihan Calon Ketua OSIS berubah menjadi gelanggang pertarungan ide yang sengit dan memukau. Dengan sistem kepengurusan yang sepenuhnya terpisah, perebutan kursi ketua OSIS Putra dan OSIS Putri menjadi sangat kompetitif!

Bayangkan, ada 14 kandidat terbaik yang siap bertarung! Tujuh kandidat putra terbaik berebut suara di Halaman Asrama Putra, sementara tujuh kandidat putri terhebat unjuk kebolehan diri di Halaman Asrama Putri. Para calon ini bukan hanya sekadar maju, mereka datang dengan persiapan matang, strategi tim yang solid, dan segudang program kerja yang ambisius.

“Dengar gaungnya, persaingan tahun ini sangat ketat. Hampir semua kandidat memiliki elektabilitas dan program yang kuat. Mereka juga memiliki segudang prestasi yang membanggakan. Ini akan menjadi keputusan yang sulit bagi para pemilih,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan tensi persaingan yang tinggi.

Sejak pukul 07.00, kedua halaman sekolah bagai medan pertempuran ide. Di Halaman Asrama Putra, para calon Ketua OSIS Putra saling beradu gagasan dengan orasi yang membara. Mereka menawarkan revolusi di bidang olahraga, teknologi, dan penguatan karakter. Sementara di Halaman Asrama Putri, ketujuh calon Ketua OSIS Putri tak kalah garang. Mereka memaparkan visi misi tentang peningkatan akademik, karya sosial, dan inovasi seni dengan percaya diri yang memukau.

Suara tepuk tangan, yel-yel dukungan, dan sorak-sorai dari para pendukung masing-masing kandidat silih berganti memecah konsentrasi. Setiap janji dan program yang dilontarkan dari mimbar langsung direspons oleh para pemilih yang kritis. Debat singkat dan sesi tanya jawab berlangsung spontan, menunjukkan betapa melekatnya isu-isu ini di hati siswa.

“Semua calon hebat, pilihannya jadi sangat sulit. Saya sampai bingung mau mencoblos siapa,” ujar Rafa, salah satu siswa kelas 7A yang terlihat serius mendengarkan semua orasi.

Pukul 09.30, senjata terakhir bukan lagi kata-kata, melainkan kertas suara. Proses pemungutan suara pun berlangsung dengan khidmat namun tetap menyisakan ketegangan. Satu per satu suara masuk ke dalam kotak, menentukan siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam pertarungan demokrasi kecil-kecilan yang sangat beradab dan penuh pelajaran ini.

Satu hal yang pasti: SMPIT Abu Bakar tidak hanya sedang mencari pemimpin. Sekolah ini sedang melatih calon-calon pemimpin masa depan melalui sebuah proses demokrasi sejati yang keras, adil, dan penuh semangat.

Sekarang, semua mata tertuju pada panitia. baik siswa maupun guru karyawan, semuanya memiliki hak pilih yang sama yaitu putra memilih kandidat putra dan putri memilih kandidat putri. Siapa dua jagoan, satu dari medan Astra dan satu dari medan Astri, yang akan membawa pulang mandat kepercayaan dan memimpin OSIS Putra dan OSIS Putri SMPIT ABY ke arah yang lebih gemilang di tahun 2025-2026 ini? The wait is on!

Add a Comment

Your email address will not be published.