Jum’at Karakter SMPIT ABY: Merawat Nilai Ke-Jogja-an Lewat Layar dan Refleksi

Jum’at Karakter SMPIT ABY: Merawat Nilai Ke-Jogja-an Lewat Layar dan Refleksi

Yogyakarta — Pendidikan karakter tidak selalu harus hadir dalam bentuk ceramah panjang di podium. Di SMPIT Abu Bakar Yogyakarta, nilai budi pekerti dan kearifan lokal justru dihadirkan secara hangat dan dekat ke ruang-ruang kelas melalui agenda Jum’at Karakter, Jumat (02/10/2026).

Pagi itu, selepas melantunkan doa dan dzikir Al-Ma’tsurat dalam agenda BIPA pagi, suasana kelas 7, 8, hingga 9 putra dan putri tampak berbeda. Tepat pukul 07.30 WIB, layar proyektor di tiap ruang kelas mulai menyala. Para siswa diajak menyelami Literasi Karakter PKJ (Pendidikan Khas Ke-Jogja-An) melalui kegiatan nonton bareng (nobar) film edukasi bertajuk Lelana karya Paniradya Kaistimewan.

Menelusuri Makna dan Filosofi Lokal

Melalui alur cerita film pendek tersebut, para siswa diajak bertualang menyingkap makna di balik bangunan bersejarah Panggung Krapyak (Kandang Menjangan) serta konsep luhur Sumbu Filosofi Yogyakarta.

Kisah yang disajikan tidak sekadar memperkenalkan situs cagar budaya, tetapi juga menanamkan pesan mendalam tentang adab menghargai alam, menghormati warisan leluhur, serta memahami simbol pertumbuhan hidup manusia—sebagaimana filosofi pohon asam dan pohon tanjung yang sarat makna kebaikan. Belajar tentang keistimewaan Jogja pun terasa hidup karena hadir lewat kisah visual yang dekat dengan dunia remaja.

Menggali Hikmah di Lembar Refleksi

Bagi siswa-siswi SMPIT ABY, kegiatan nobar ini bukan sekadar menonton hiburan di akhir pekan. Usai tayangan berakhir, suasana kelas bertransformasi menjadi ruang diskusi dan refleksi yang bermakna.

Didampingi wali kelas dan guru pendamping, para ketua kelas bergegas membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang diambil dari ruang piket. Melalui lembar panduan tersebut, setiap siswa diajak mencatat pelajaran berharga, menggali hikmah moral dari tokoh cerita, dan menautkannya dengan sikap keseharian mereka sebelum hasilnya dihimpun dan diserahkan ke bagian Bimbingan Konseling (BK).

Dari Cerita, Menumbuhkan Pribadi Berkarakter

Mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda merupakan ikhtiar merawat akar identitas. Di tengah derasnya arus modernisasi, pemahaman tentang nilai-nilai luhur ke-Jogja-an seperti kesantunan, keharmonisan dengan alam, dan kerendahan hati menjadi bekal berharga bagi tumbuh kembang para peserta didik.

Melalui Jum’at Karakter, SMPIT Abu Bakar Yogyakarta tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga membimbing para siswa agar peka terhadap nilai kehidupan di sekitarnya.

Dari sebuah tontonan, hikmah dipetik. Dari ruang kelas yang tenang, karakter mulia terus dipupuk dan disemai. (Humas SMPIT ABY)