AMT Kelas 9 SMPIT ABY: Kuat Mentalnya, Jelas Arahnya, dan Tuntas Ikhtiarnya

Yogyakarta — Kelas 9 bukan sekadar tentang mengejar nilai atau bersiap menghadapi lembar-lembar ujian. Di SMPIT Abu Bakar Yogyakarta, fase akhir jenjang sekolah menengah pertama ini dimaknai sebagai titik tolak penting untuk menumbuhkan ketangguhan mental, memperjelas arah cita-cita, serta meneguhkan ikhtiar. Semangat inilah yang melandasi terselenggaranya kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) Kelas IX pada Kamis (01/10/2026).
Sejak pagi pukul 07.00 WIB, suasana ruang kegiatan telah dipenuhi antusiasme para siswa. Mengusung tema “Kelas 9, Siap Melangkah! Kuat Mentalnya, Jelas Arahnya, Tuntas Ikhtiarnya”, kegiatan ini dirancang terpisah agar materi dapat tersampaikan lebih dekat dan kontekstual. Sesi putra berlangsung khidmat di Masjid Penjawi bersama Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., sementara sesi putri bertempat di Aula 2 SMPIT ABY bersama Dr. Agus Ria Kumara, M.Pd.
Mengakui Proses, Menguatkan Mental
Perjalanan menuju kelulusan tidak selalu berjalan mulus. Dalam sesi penguatan, para siswa diajak menengok kembali proses panjang yang telah mereka lalui sejak kelas 7 hingga berada di titik sekarang.
“Kamu tidak mulai dari nol. Kamu sudah punya perjalanan, pengalaman, dan bekal,” demikian salah satu pesan bermakna yang dihadirkan dalam refleksi bersama. Siswa diajak menyadari bahwa merasa lelah, bingung, atau menghadapi tekanan akademis adalah hal yang manusiawi. Kuat mental bukan berarti tidak pernah gagal, melainkan memiliki keberanian untuk bangkit, belajar dari kesalahan, dan terus melangkah.
Menemukan Arah, Memilih Lingkungan Tumbuh
AMT kali ini juga membawa siswa pada perenungan yang lebih mendalam mengenai masa depan. Alih-alih sekadar bertanya “mau masuk sekolah mana?”, para peserta dituntun untuk menjawab pertanyaan esensial: “Aku ingin menjadi pribadi seperti apa, dan lingkungan mana yang mendukungku untuk bertumbuh?”
Kesadaran ini membuka cara pandang baru bagi siswa dalam memandang jenjang pendidikan lanjutan. Memilih sekolah bukan tentang gengsi atau ikut-ikutan, melainkan langkah sadar dalam mencari ekosistem belajar yang menjaga nilai spiritualitas, adab, karakter, serta kemandirian mereka. Dalam bingkai tersebut, keberlanjutan proses di SMAIT Abu Bakar Yogyakarta turut diperkenalkan secara natural sebagai salah satu ruang bertumbuh yang selaras dengan nilai-nilai yang telah mereka bangun selama di bangku SMPIT ABY.
Menuntaskan Ikhtiar dan Menjaga Komitmen
Rangkaian acara yang berlangsung hingga sore hari tersebut ditutup dengan sesi refleksi dan komitmen bersama wali kelas melalui lembar kerja “Aku Punya Arah, Aku Siap Melangkah”. Di sini, inspirasi yang didapat diterjemahkan menjadi tekad dan tindakan nyata.
Siswa diajak memahami bahwa ikhtiar terbaik adalah tanggung jawab pribadi yang harus dituntaskan, sementara hasil akhir sepenuhnya disandarkan kepada doa dan tawakal.
Kelas 9 bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal untuk melangkah ke perjalanan yang lebih luas. Dari ruang-ruang refleksi ini, anak-anak SMPIT ABY belajar bahwa masa depan tidak menuntut mereka tahu segalanya hari ini, melainkan menuntut keberanian untuk mulai berproses, bertumbuh, dan menuntaskan setiap langkah dengan sungguh-sungguh. (Humas SMPIT ABY)